Seperti Hari-hari biasanya, setiap hari aku selalu gelisah karena keadaan Ayahku. Ya, Sejak 4 Tahun terakhir ini Ayahku menderita penyakit Aneh tubuhnya begitu pucat dan Layu aku juga tak begitu mengerti apa yang membuat Ayahku bisa seperti itu. Kadang aku berpikir
” Apa aku harus berhenti kuliah aja ya biar beban keluargaku ga terlalu berat “
Tapi Ayah dan Ibuku selalu menyemangatiku, mereka selalu berkata
” Ardy, kamu gausah mikirin Keadaan Ayah dan Ibu. Yang penting kamu kuliah yang bener yang pinter biar bisa jadi anak yang Ayah dan Ibu banggakan “
Yah mendengar kata-kata tersebut dari kedua orang tua, siapa sih yang ga tersentuh hatinya. Apalagi gue Anak tunggal, Hanya gue yang bisa bikin mereka bangga dan itu pasti gue lakukan.
Untungnya gue punya Sahabat-Sahabat yang selalu baik dan Peduli sama gue. Ya walaupun agak ngeselin sih, tapi paling nggak mereka bisa mengisi kesedihan dalam hidup gue.
“KRING”KRING” Ada pesan whatsapp dari grup Sahabatku. Segera kubuka. Ah Ternyata pesan dari si Ucok
Woy Bangunlah klean ini! Pada berangkat kuliah nggak nih! Hari ini Jadwal Dosen KILLER. Bisa mati kita kalo telat!
Astaga!! Gue hampir lupa Hari ini jadwal kuliah pak Roni! Bisa dijemur kita sama dia, Ayo cuk cepet berangkat.- Saut Kiki membalas Ucok
Hayyuuuuk lah berangkat kekampus, btw jemput aing cok, motor aing gak ada bensin nih haha. – Saut Rendy membalas Grup Whatsapp Keluarga
Kau ini menyusahkan saja bah! Tunggulah 5 Menit aku sampai kekostan Kau! Balas Ucok ke Rendy.
Sedangkan gue hanya diam dan langsung berangkat karena memang biasanya Begitu. Pagi hari memang mereka Sangat cerewet tentang dunia Perkuliahan, ya maklum kami masih maba, jadi ya masih semangat sekali berkuliah haha.
“Ayah, Ibu. Ardy pamit kuliah dulu ya” ujarku kepada Orangtuaku
” Iya di, hati-hati dijalan kuliahnya yang bener ya. Nakal gapapa tapi jangan jahat sama orang” ujar Ayahku dengan Lesu.
” Husssss ayah ini kok ngajarin Ardy nakal” ujar ibu membalas perkataan Ayah.
” Anak laki nakal wajar buk, udah gapapa yang penting pinter” Ayah menyaut perkataan ibu.
Ah, Aku selalu suka suasana rumahku ini. Walaupun Ayahku sedang sakit, Dia selalu menghibur keluargaku.